SD Negeri 8 Atu Lintang

Final sepak bola antar SD se Kecamatan Atu Lintang Kab Aceh Tengah

Tema Gambar Slide 2

Suasana Pembelajaran di SD Negeri 8 Atu Lintang Menggunakan Tablet bantuan dari Bos Afirmasi.

Tema Gambar Slide 3

Penerimaan Tropi juara dalam rangka memeriahkan HUT kemerdekaan RI .

Tema Gambar Slide 4

Lomba baris berbaris dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI

Thursday, December 30, 2021

Pendaftaran Guru Penggerak Angkatan ke 6 - Berikut Syarat dan Jadwalnya

 Pendaftaran Guru Penggerak Angkatan ke 6 - Berikut Syarat dan Jadwalnya

Pendidikan Guru Penggerak merupakan program pendidikan kepemimpinan bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran. 


Program Pendidikan Guru Penggerak ini meliputi pelatihan daring, lokakarya, konferensi, dan Pendampingan selama 6 bulan bagi calon Guru Penggerak. Selama program, guru tetap menjalankan tugas mengajarnya sebagai guru.


Pelaksanaan Program Guru Penggerak ini dibagi menjadi 6 angkatan, angkatan pertama sudah dilaksanakan sejak juni 2020 dan angkatan yang sedang berjalan saat ini adalah angkatan ke 5.


Pelaksanaan program guru penggerak angkatan ke lima ini dilaksanakan sejak oktober 2021 dan akan mulai melaksanakan pendidikan april 2022.


Sebentar lagi akan pelaksanaan program guru penggerak angkatan ke 6 akan dibuka, silahkan daftar dan persiapkan segala sesuatunya.


SYARAT MENDAFTAR GURU PENGGERAK

Sebelum mendaftar program Pendidikan Guru Penggerak kita lihat dulu persyaratan dan kriteria calon guru penggerak berikut ini


Kriteria Umum Calon Guru Penggerak

Tidak sedang mengikuti kegiatan diklat CPNS, PPG, atau kegiatan lain yang dilaksanakan secara bersamaan dengan proses rekrutmen dan pendidikan guru penggerak.

Guru PNS maupun Non PNS baik dari sekolah negeri maupun sekolah swasta

Memiliki akun guru di Data Pokok Pendidikan (Dapodik)

Memiliki kualifikasi pendidikan minimal S1/D4

Memiliki pengalaman minimal mengajar 5 tahun

Memiliki masa sisa mengajar tidak kurang dari 10 tahun

Memiliki keinginan kuat menjadi Guru Penggerak

Program guru penggerak akan ditujukan untuk guru TK, SD, SMP, SMA, SMK dan SLB

Kriteria Seleksi Calon Penggerak

Menerapkan pembelajaran yang berpusat pada murid

Memiliki kemampuan untuk fokus pada tujuan

Memiliki kompetensi menggerakkan orang lain dan kelompok

Memiliki daya juang (resilience) yang tinggi

Memiliki kompetensi kepemimpinan dan bertindak mandiri

Memiliki kemampuan untuk belajar hal baru, terbuka pada umpan balik, dan terus memperbaiki diri.

Memiliki kemampuan berkomunikasi dengan efektif dan memiliki pengalaman mengembangkan orang lain

Memiliki kedewasaan emosi dan berperilaku sesuai kode etik

JADWAL SELEKSI DAN PELAKSANAAN PROGRAM GURU PENGGERAK ANGKATAN 6

Porgram Pendidikan Guru Penggerak angkatan ke 6 akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah di tetapkan oleh kemdikbud, berikut keterangan jadwalnya  


Jadwal Rekrutmen Pengajar Praktik atau fasilitator 15 Januari 2022 


Rekrutmen calon guru penggerak angkatan ke 6 adalah 15 Januari 2022 


Tanggal mulai pendidikan guru penggerak angkatan ke 6 adalah 12 Agustus 2022


DAERAH SASARAN PROGRAM GURU PENGGERAK ANGKATAN 6

Program Guru Penggerak angkatan 6 ini nantinya akan dilaksanakan pada daerah sasaran yang telah ditetapkan kementerian pendidikan dan kebudayaan.


Berikut daerah sasaran guru penggerak angkatan 6

BALI DAN NUSA TENGGARA


Kab. Ende

Kab. Sumbawa Barat

Kab. Tabanan

Kab. Sumbawa

Kab. Flores Timur

Kab. Lombok Barat

Kab. Dompu

Kota Mataram

Kab. Jembrana

Kab. Manggarai

Kota Bima

SULAWESI

Kab. Buton Utara

Kab. Konawe Kepulauan

Kab. Donggala

Kab. Sigi

Kab. Tojo Una Una

Kab. Kolaka

Kab. Wakatobi

Kota Bitung

Kota Baubau

Kab. Kep. Siau, Tegulandang, Biaro

Kota Palopo

Kab. Boalemo

Kab. Buton Selatan

Kab. Pohuwato

Kab. Luwu Timur

Kab. Kolaka Utara

Kab. Konawe Utara

Kab. Bolaang Mongondow Timur

Kab. Bolaang Mongondow Selatan

Kab. Pasangkayu

Kab. Pinrang

Kota Palu

Kab. Binggai

Kab. Gorontalo

Kab. Jeneponto

Kab. Takalar

Kab. Pangkajene Kepulauan

Kab. Kepulauan Selayar

Kota Manado

Kab. Poso

Kab. Sidenreng Rappang

PAPUA DAN MALUKU

Kota Jayapura

Kab. Manokwari

Kota Ternate

Kab. Merauke

Kota Tidore Kepulauan

Kab. Buru

Kab. Halmahera Barat

Kab. Halmahera Timur

Kab. Mimika

Kab. Raja Ampat

Kab. Jayapura

JAWA

Kota Blitar

Kota Magelang

Kota Madiun

Kota Mojokerto

Kab. Wonosobo

Kab. Gresik

Kab. Batam

Kota Depok

Kab. Purbalingga

Kab. Gunung Kidul

Kota Tasikmalaya

Kab. Rembang

Kota Cirebon

Kota Cilegon

Kota Tegal

Kota Sukabumi

Kota Probolinggo

Kota Pasuruan

Kota Batu

Kota Pekalongan

Kab. Pangandaran

Kab. Sampang

Kota Serang

Kota Banjar

Kota Surabaya

Kab. Kebumen

Kab. Purworejo

Kab. Tasikmalaya

Kab. Cianjur

Kab. Pandeglang

Kab. Majalengka

Kab. Lebak

Kab. Karawang

Kab. Sukabumi

Kab. Subang

KALIMANTAN

Kab. Tanah Laut

Kab. Mempawah

Kota Balikpapan

Kab. Banjar

Kab. Ketapang

Kab. Bengkayang

Kota Banjarbaru

Kab. Barito Selatan

Kab. Hulu Sungai Selatan

Kab. Sintang

Kab. Barito Kuala

SUMATERA

Kab. Nias Selatan

Kota Bukittinggi

Kota Payakumbuh

Kota Solok

Kota Sawahlunto

Kab. Nias Barat

Kota Padang Panjang

Kab. Karimun

Kab. Batanghari

Kab. Lingga

Kab. Kepulauan Meranti

Kab. Dharmasraya

Kab. Sijunjung

Kota Lubuklinggau

Kota Tanjungbalai

Kab. Nias Utara

Kota Langsa

Kota Lhokseumawe

Kab. Bintan

Kab. Bengkulu Selatan

Kab. Bangka Tengah

Kota Gunungsitoli

Kota Sungai Penuh

Kab. Nias

Kab. Lebong

Kab. Mukomuko

Kab. Solok Selatan

Kota Pagar Alam

Kab. Musi Rawas Utara

Kab. Kepahiyang

Kab. Kepulauan Mentawai

Kab. Bengkulu Tengah

Kab. Natuna

Kota Sibolga

Kab. Aceh Jaya

Kab. Bangka Selatan

Kab. Kepulauan Anambas

Kota Sabang

Kab. Pesisir Barat

Kab. Simeulue

Kab. Aceh Singkil

Kab. Aceh Barat Daya

Kab. Penukal Abab Lematang Ilir

Kota Subulassalam

Kab. Gayo Lues

Kab. Pidie

Kota Jambi

Kab. Bengkalis

Kab. Lampung Timur

Kab. Pesawaran

Kab. Lampung Selatan

Kab. Kampar

Kab. Lampung Utara

Kab. Tapanuli Utara

Kab. Asahan

Kab. Padang Pariaman

MATERI PROGRAM GURU PENGGERAK

Pada pendidikan program guru penggerak angkatan 6 nantinya kita akan disajikan materi sebagaimana yang telah di terangkan di laman guru penggerak, materi program guru penggerak tersebut adalah


A. PARADIGMA DAN VISI GURU PENGGERAK 

Capaian Pembelajaran


Calon Guru Penggerak mampu memahami filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara dan melakukan refleksi kritis atas hubungan nilai-nilai tersebut dengan konteks pendidikan lokal dan nasional pada saat ini.


Calon Guru Penggerak mampu menjalankan strategi sebagai pemimpin pembelajaran yang mengupayakan terwujudnya sekolah sebagai pusat pengembangan karakter dengan budaya positif.


Calon Guru Penggerak mampu mengembangkan dan mengkomunikasikan visi sekolah yang berpihak pada murid kepada para guru dan pemangku kepentingan.


Topik Pembelajaran


Filosofi Pendidikan Indonesia


Nilai-nilai dan peran Guru Penggerak


Membangun visi sekolah


Membangun budaya positif di sekolah


Durasi pembelajaran: Dua (2) bulan




B. PRAKTI PEMBELAJARAN YANG BERPIHAK PADA MURID

Capaian Pembelajaran


Calon Guru Penggerak dapat mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi untuk mengakomodasi kebutuhan belajar siswa yang berbeda.


Calon Guru Penggerak mampu mengelola emosi dan mengembangkan keterampilan sosial yang menunjang pembelajaran.


CGP mampu melakukan praktik komunikasi yang memberdayakan sebagai keterampilan dasar seorang coach .


Calon Guru Penggerak mampu menerapkan praktik coaching sebagai pemimpin pembelajaran.


Topik Pembelajaran


Pembelajaran berdifferensiasi


Pembelajaran emosi dan sosial


Coaching


Durasi pembelajaran: Dua (2) bulan




C. PEMIMPIN PEMBELAJARAN DAN PENGEMBANGAN SEKOLAH

Capaian Pembelajaran


Calon Guru Penggerak mampu melakukan praktik pengambilan keputusan yang berdasarkan prinsip pemimpin pembelajaran.


Calon Guru Penggerak mampu melakukan strategi pengelolaan sumber daya manusia, keuangan, waktu, dan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang berdampak pada murid.


Calon Guru Penggerak mampu merencanakan, mengorganisasikan, dan mengarahkan program perbaikan dan perubahan sekolah, serta memantaunya agar berjalan sesuai rencana dan mengarah pada tujuan.


Calon Guru Penggerak mampu mengembangkan kegiatan berkala yang memfasilitasi komunikasi murid, orangtua dan guru serta menyediakan peran bagi orangtua terlibat dalam proses belajar yang berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran.


Topik Pembelajaran


Pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran


Pemimpin dalam pengelolaan sumber daya


Pengelolaan program yang berdampak pada murid


Durasi pembelajaran: Dua (2) bulan




D. SELEBRASI, REFLEKSI, DAN AKSI

Capaian Pembelajaran


CGP merefleksikan perannya sebagai GP dan strategi yang telah dijalankan sebagai guru penggerak.


CGP berbagi praktik baik dengan rekan sejawat.


CGP membuat rencana tindak lanjut dan kolaborasi dengan rekan sejawat.


Calon guru penggerak membuat rencana tindak lanjut dan berkolaborasi dengan rekan sejawat.


Topik Pembelajaran


Menjadi fasilitator kelompok dan perubahan


Penyegaran topik-topik inti di modul 1, 2, dan 3


Mengevaluasi proses mentoring bersama mentor


Membagikan praktik baik kepemimpinan pembelajaran.


Durasi pembelajaran: Tiga (3) bulan




METODE PELATIHAN PROGRAM SEKOLAH PENGGERAK

Dalam pendidikan nantinya calon guru penggerak harus mengikuti Pelatihan Daring, Lokakarya, Konferensi, dan Pendampingan. Pelatihan tersebut akan dibagi menjadi 3 bagian yaitu


70% Belajar di tempat kerja dan Komunitas Praktik meliputi pemberian umpan balik dari atasan, rekan, dan siswa

20% Belajar dari rekan dan guru lain

10% Pelatihan Formal

CARA MENDAFTAR PROGRAM GURU PENGGERAK ANGKATAN 6

1. Unduh Surat Rekomendasi dan Surat Dukungan

Langkah pertama untuk mengikuti program guru penggerak angkatan 6 nantinya kita harus menyiapkan beberapa berkas terlebih dahulu, berkas tersebut antara lain surat rekomendasi dan surat dukungan.


surat rekomendasi guru penggerak


Silahkan download surat tersebut di laman https://sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/gurupenggerak/unduhan/ 

Nantinya surat rekomendasi calon guru penggerak tersebut silahkan di isi dan ditandatangani bermaterai.


2. Login SIMPKB

pendaftaran guru penggerak angkatan 6


Setelah surat rekomendasi dan surat dukungan tersebut siap, silahkan langsung masuk kelaman guru penggerak di https://sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/gurupenggerak/ klik tombol masuk.

Selanjutnya silahkan login menggunakan akun simpkb 


3. Lengkapi CV

Selanjutnya setelah masuk ke laman guru penggerak, silahkan lengkapi data diri pada menu curiculum vitae atu CV.


4. Unggah KTP dan Surat Dukungan

Pada pengisian data diri nantinya, kita akan diminta untuk menguplod KTP dan surat rekomendasi serta surat dukungan dari kepala sekolah yang sudah di isi dan ditandatangani.


5. Menjawab Esai dan test Bakat

Langkah selanjutnya untuk mengikuti program guru penggerak angkatan ke 6 silahkan menjawab esai dan test bakat yang tersedia di akun Guru penggerak.


Dalam pengisian esay ini waktu yang diberikan adalah 2 jam 30 menit terhitung setelah kita mengklik mulai.


Untuk tes bakat sekolastik sendiri akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang tertera di akun guru penggerak.


Demikian postingan kali ini, semoga kita semua bisa mendaftar program guru penggerak angkatan ke 6 nantinya.

Wednesday, December 29, 2021

Pengumuman Kelulusan Guru Penggerak Angkatan 5 tahap 1 Wilayah Aceh

 Nomor : 0552/B3/GT.03.15/2021 28 Desember 2021

Lampiran : Satu Berkas

Perihal : Pengumuman Hasil Seleksi Tahap 1

Calon Guru Penggerak Angkatan 5

Yth.

1. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi

2. Kepala Dinas Pendidikan Kab/Kota

di Tempat

Menindaklanjuti surat kami nomor 4469/B2/GT.03.03/2021, tanggal: 10 September 2021, hal: Rekrutmen Calon Guru Penggerak Angkatan 5 dan nomor: 5673/B.B2/GT.03.03/2021, tanggal: 30 Oktober 2021, hal: Perpanjangan Rekrutmen Calon Guru Penggerak Angkatan 5, kami sampaikan bahwa Tim Seleksi Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan telah melakukan proses seleksi tahap 1 Calon Guru Penggerak (CGP) Angkatan 5. Seleksi tahap 1 dilakukan melalui penilaian CV, Unggahan Dokumen, dan Esai.

Berkenaan dengan proses seleksi tahap 1 dimaksud, dengan hormat kami sampaikan beberapa hal sebagai berikut.

1. Pendaftar CGP yang kami terima melalui laman pendaftaran sejumlah 105.643 orang.

2. CGP yang memenuhi persyaratan kelengkapan CV, unggahan dokumen, dan esai melalui proses verifikasi dan validasi (verval) berjumlah 49.815 orang.

3. CGP yang dinyatakan lulus tahap 1 angkatan 5 berjumlah 19.974 orang (lampiran 2) dan yang bersangkutan berhak untuk mengikuti seleksi tahap 2. Proses seleksi tahap 2 meliputi simulasi mengajar dan wawancara.

4. Sebelum melakukan simulasi mengajar CGP diwajibkan menyusun RPP dan mengunggahnya pada portal https://gurubelajardanberbagi.kemdikbud.go.id/ pada rentang waktu tanggal 1 Januari 2022 pukul 08.00 WIB s.d. 6 Januari 2022 pukul 12.00 WIB dan disinkronkan dengan SIMPKB. Rambu-rambu penyusunan RPP, petunjuk simulasi mengajar, dan petunjuk pelaksanaan wawancara dapat dilihat pada lampiran 1.

5. Seleksi simulasi mengajar dan wawancara akan dilaksanakan secara daring (online) mulai tanggal 7 Januari 2021 s.d. 18 Maret 2021.

6. Beberapa Kabupaten/kota mempunyai pendaftar (Calon Pengajar Praktik/CPP dan Calon Guru Penggerak/CGP) yang memenuhi kriteria, tetapi jumlahnya minim, sehingga belum dapat dibuka sebagai sasaran PGP angkatan 5. Data CPP dan CGP dari daerah yang jumlahnya minim masuk dalam data based seleksi PGP, yang akan diinformasikan pada rekrutmen PGP angkatan berikutnya pada kabupaten/kota sasaran yang sama.

KEMENTERIANKEMENTERIAN KEMENTERIAN KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN PENDIDIKANPENDIDIKAN PENDIDIKANPENDIDIKANPENDIDIKANPENDIDIKANPENDIDIKANPENDIDIKANPENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, , KEBUDAYAAN, , KEBUDAYAAN,, KEBUDAYAAN,, KEBUDAYAAN,, KEBUDAYAAN,, KEBUDAYAAN,

RISET, DAN TEKNOLOGIRISET, DAN TEKNOLOGIRISET, DAN TEKNOLOGIRISET, DAN TEKNOLOGI RISET, DAN TEKNOLOGI RISET, DAN TEKNOLOGIRISET, DAN TEKNOLOGIRISET, DAN TEKNOLOGI RISET, DAN TEKNOLOGIRISET, DAN TEKNOLOGIRISET, DAN TEKNOLOGIRISET, DAN TEKNOLOGI RISET, DAN TEKNOLOGIRISET, DAN TEKNOLOGI

DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT JENDERAL

GURU DAN TENAGAGURU DAN TENAGAGURU DAN TENAGAGURU DAN TENAGAGURU DAN TENAGAGURU DAN TENAGAGURU DAN TENAGAGURU DAN TENAGAGURU DAN TENAGAGURU DAN TENAGAGURU DAN TENAGAGURU DAN TENAGAGURU DAN TENAGAGURU DAN TENAGAGURU DAN TENAGA KEPENDIDIKANKEPENDIDIKANKEPENDIDIKANKEPENDIDIKANKEPENDIDIKANKEPENDIDIKANKEPENDIDIKANKEPENDIDIKANKEPENDIDIKANKEPENDIDIKANKEPENDIDIKANKEPENDIDIKAN

Jalan Jenderal Sudirman, Gedung D Lantai 1Jalan Jenderal Sudirman, Gedung D Lantai 1Jalan Jenderal Sudirman, Gedung D Lantai 1Jalan Jenderal Sudirman, Gedung D Lantai 1Jalan Jenderal Sudirman, Gedung D Lantai 1Jalan Jenderal Sudirman, Gedung D Lantai 1Jalan Jenderal Sudirman, Gedung D Lantai 1Jalan Jenderal Sudirman, Gedung D Lantai 1Jalan Jenderal Sudirman, Gedung D Lantai 1Jalan Jenderal Sudirman, Gedung D Lantai 1Jalan Jenderal Sudirman, Gedung D Lantai 1Jalan Jenderal Sudirman, Gedung D Lantai 1Jalan Jenderal Sudirman, Gedung D Lantai 1Jalan Jenderal Sudirman, Gedung D Lantai 1Jalan Jenderal Sudirman, Gedung D Lantai 1Jalan Jenderal Sudirman, Gedung D Lantai 1Jalan Jenderal Sudirman, Gedung D Lantai 1Jalan Jenderal Sudirman, Gedung D Lantai 1Jalan Jenderal Sudirman, Gedung D Lantai 1Jalan Jenderal Sudirman, Gedung D Lantai 1Jalan Jenderal Sudirman, Gedung D Lantai 1Jalan Jenderal Sudirman, Gedung D Lantai 1Jalan Jenderal Sudirman, Gedung D Lantai 1Jalan Jenderal Sudirman, Gedung D Lantai 1Jalan Jenderal Sudirman, Gedung D Lantai 1Jalan Jenderal Sudirman, Gedung D Lantai 1Jalan Jenderal Sudirman, Gedung D Lantai 1Jalan Jenderal Sudirman, Gedung D Lantai 1Jalan Jenderal Sudirman, Gedung D Lantai 1Jalan Jenderal Sudirman, Gedung D Lantai 1Jalan Jenderal Sudirman, Gedung D Lantai 1Jalan Jenderal Sudirman, Gedung D Lantai 1Jalan Jenderal Sudirman, Gedung D Lantai 1Jalan Jenderal Sudirman, Gedung D Lantai 1Jalan Jenderal Sudirman, Gedung D Lantai 1Jalan Jenderal Sudirman, Gedung D Lantai 1Jalan Jenderal Sudirman, Gedung D Lantai 1Jalan Jenderal Sudirman, Gedung D Lantai 1Jalan Jenderal Sudirman, Gedung D Lantai 1Jalan Jenderal Sudirman, Gedung D Lantai 1Jalan Jenderal Sudirman, Gedung D Lantai 1Jalan Jenderal Sudirman, Gedung D Lantai 11, Senayan, Jakarta 10270, Senayan, Jakarta 10270, Senayan, Jakarta 10270, Senayan, Jakarta 10270, Senayan, Jakarta 10270, Senayan, Jakarta 10270, Senayan, Jakarta 10270, Senayan, Jakarta 10270, Senayan, Jakarta 10270, Senayan, Jakarta 10270, Senayan, Jakarta 10270, Senayan, Jakarta 10270, Senayan, Jakarta 10270, Senayan, Jakarta 10270, Senayan, Jakarta 10270, Senayan, Jakarta 10270, Senayan, Jakarta 10270, Senayan, Jakarta 10270, Senayan, Jakarta 10270, Senayan, Jakarta 10270, Senayan, Jakarta 10270, Senayan, Jakarta 10270, Senayan, Jakarta 10270, Senayan, Jakarta 10270

TelTelTelepon :epon :epon :epon :epon :epon : (021) 57(021) 57(021) 57(021) 57(021) 57(021) 57(021) 57(021) 57955141955141955141955141955141955141, FaxFaxFax : (021) 57974163(021) 57974163(021) 57974163(021) 57974163(021) 57974163(021) 57974163(021) 57974163(021) 57974163(021) 57974163(021) 57974163(021) 57974163(021) 57974163(021) 57974163(021) 57974163

Selanjutnya kami mohon perkenan Saudara untuk dapat menyampaikan informasi hasil seleksi tahap 1 ini, kepada CGP yang dinyatakan lulus untuk mempersiapkan diri mengikuti proses seleksi tahap 2.

Atas perhatian dan kerjasama Saudara, kami ucapkan terima kasih

a.n Direktur Jenderal,

Direktur Pendidikan Profesi dan Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan,

Dr. Praptono, M.Ed.

NIP 196905111994031002

Tembusan Yth.

1. Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek;

2. Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan;

3. Direktur Jenderal PAUD Dasmen;

4. Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi;

5. Sekretaris Direktorat Jenderal GTK;

6. Direktur di lingkungan Ditjen GTK.

Lampiran 1.

Lampiran Surat Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

Nomor : 0552/B3/GT.03.15/2021

Tanggal : 28 Desember 2021

Petunjuk Pelaksanaan Simulasi Mengajar dan Wawancara

Calon Guru Penggerak

A. Petunjuk Umum Seleksi Simulasi Mengajar

1. Pelaksanaan seleksi Simulasi Mengajar akan dilakukan secara daring (online) dengan aplikasi Google Meet dan tanpa dihadiri oleh murid (Peserta harus memiliki akun Google dan menggunakan browser Chrome).

2. Seleksi Simulasi Mengajar akan dinilai oleh 2 (dua) asesor.

3. Peserta seleksi menyiapkan diri dengan baik untuk melakukan Simulasi Mengajar. Kandidat diharapkan hadir 5 menit sebelum waktu pelaksanaan seleksi Simulasi Mengajar yang akan diinformasikan melalui aplikasi SIMPKB.

4. Peserta menyiapkan hal berikut untuk mengikuti seleksi Simulasi Mengajar sebagai berikut:

a. Ruangan yang kondusif, memiliki pencahayaan yang baik, dan tersedia akses listrik dan internet (asesor berhak menghentikan seleksi jika dilakukan di lokasi yang tidak cocok seperti: di dalam angkutan umum atau tempat umum yang terlalu berisik)

b. Alat dan bahan yang diperlukan untuk Simulasi Mengajar (contoh: rencana pembelajaran, papan tulis kecil/kertas putih besar, alat peraga, spidol, dll)

c. Jaringan internet yang baik dan cadangan sambungan internet

d. Komputer/Laptop/perangkat elektronik dengan Kamera Video dan Speaker/Microphone yang baik

e. Meletakkan komputer/laptop/perangkat elektronik yang mampu menampilkan gambar kandidat secara penuh/seluruh badan dalam pelaksanaan simulasi dan menangkap suara dengan baik. (lihat contoh tampilan kandidat)

5. Melakukan latihan panggilan video melalui Google Meet dengan orang lain untuk memeriksa kualitas suara dalam panggilan video, sebelum pelaksanaan seleksi.

6. Calon peserta diharapkan berdiri saat melakukan simulasi mengajar.

Berikut adalah beberapa contoh tampilan kandidat yang diharapkan dalam mengikuti seleksi simulasi mengajar secara daring:

B. Petunjuk Khusus Pelaksanaan Simulasi Mengajar

1. Peserta diwajibkan memilih salah satu topik mengajar yang tersedia (sesuai mata pelajaran dan jenjang) melalui tautan berikut: http://bit.ly/TopikSMPP

2. Topik mengajar untuk guru mata pelajaran bahasa daerah, TIK, dan Agama bisa dipilih berdasarkan kurikulum yang dipergunakan di masing-masing sekolah/jenjang.

3. Guru mata pelajaran bahasa asing/bahasa daerah wajib menggunakan bahasa Indonesia dalam memberikan instruksi pembelajaran (80% bahasa Indonesia, 20% bahasa asing/daerah).

4. Siapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran/RPP untuk durasi 10 menit dan unggah melalui portal Guru Berbagi https://gurubelajardanberbagi.kemdikbud.go.id/ sesuai jadwal yang ditentukan, sebelum jadwal pelaksanaan seleksi Simulasi Mengajar. (Contoh bagian-bagian RPP terlampir)

5. RPP yang diunggah mengacu pada panduan yang terdapat dalam Surat Edaran Mendikbud no 14 tahun 2019, RPP yang diunggah berisi tujuan pembelajaran, langkah-langkah (kegiatan) pembelajaran, dan penilaian (assessment) pembelajaran.

6. Karena pembelajaran akan berlangsung secara singkat selama 10 menit, maka peserta diharapkan berfokus pada tahap pembuka dan inti pembelajaran dalam mengikuti seleksi Simulasi Mengajar. Penilaian pembelajaran wajib disiapkan oleh peserta seleksi walau tidak dilakukan dalam simulasi mengajar.

7. Jadwal pelaksanaan simulasi mengajar dan tautan Google meet akan diberikan melalui aplikasi SIMPKB melalui dash board seleksi simulasi mengajar. Ikutilah seleksi simulasi mengajar sesuai jadwal yang diberikan.

8. Di awal proses seleksi, asesor akan melakukan konfirmasi nama dan instansi tempat guru mengajar.

9. Lakukan Simulasi Mengajar selama 10 menit.

10. Lakukan Simulasi Mengajar seolah-olah pembelajaran dilakukan secara tatap muka, dengan menganggap terdapat murid-murid yang mengikuti proses pembelajaran di kelas tersebut.

11. Simulasi Mengajar dilaksanakan bukan sebagai metode pengajaran daring, sehingga kandidat tidak bisa melakukan share screen untuk memberikan materi pembelajaran.

12. Pada akhir sesi Simulasi Mengajar akan ada sesi tanya jawab dengan Asesor selama maksimal 6 menit. Peserta akan menjawab beberapa pertanyaan yang akan diajukan oleh tim Asesor.

13. Simulasi Mengajar akan dihentikan oleh Tim Seleksi/Asesor jika sudah melewati waktu pelaksanaan simulasi.

Jika terjadi kendala teknis dalam pelaksanaan seleksi Simulasi Mengajar silahkan laporkan kepada Tim Pemantau atau melalui e-mail guru.penggerak@kemdikbud.go.id.

C. Unsur Penilaian Simulasi Mengajar

Kompetensi 1 - Mengembangkan lingkungan kelas yang memfasilitasi murid belajar secara aman dan nyaman.

Guru menggunakan strategi komunikasi yang positif dan efektif melalui instruksi-instruksi yang sesuai dengan karakteristik murid serta bagaimana kepercayaan diri guru dalam memimpin pembelajaran.

Kompetensi 2 – Mendesain, memandu, dan merefleksikan proses belajar mengajar yang efektif

Guru memandu pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran dan digunakannya contoh maupun alat peraga dalam memimpin pembelajaran, perencanaan penilaian pembelajaran serta hubungannya dengan tujuan pembelajaran.

Kompetensi 3 - Menunjukkan kebiasaan refleksi untuk pengembangan diri (Self-regulated learning).

Guru melakukan refleksi diri terhadap praktik pembelajaran yang telah dilakukan.

D. Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan :

Kelas / Semester :

Tema :

Sub Tema :

Pembelajaran ke :

Alokasi waktu :

A. TUJUAN PEMBELAJARAN

B. KEGIATAN PEMBELAJARAN

C. PENILAIAN PEMBELAJARAN

E. Tata Cara Pelaksanaan Wawancara

1. Seleksi Wawancara dilakukan secara daring menggunakan aplikasi Google Meet. Jadwal dan tautan Google meet akan tersedia melalui akun SIM PKB kandidat di dashboard seleksi wawancara.

2. Kandidat diharapkan hadir 5 menit sebelum pelaksanaan wawancara, jika kandidat belum bisa masuk ke ruang meeting daring, mohon menunggu dan dicoba kembali.

3. Peserta mempersiapkan hal-hal berikut untuk mengikuti seleksi Wawancara:

a. Jaringan internet yang baik & cadangan sambungan internet.

b. Komputer/laptop dengan Kamera Video dan Microphone yang baik atau Perangkat elektronik (tablet/smartphone) yang dapat melakukan panggilan video.

c. Bisa melakukan panggilan video dengan aplikasi Google meet.

d. Pastikan komputer/laptop/perangkat elektronik yang digunakan memiliki daya baterai yang cukup selama melakukan sesi wawancara.

e. Meletakkan komputer atau perangkat elektronik yang mampu menangkap suara dan gambar kandidat dengan baik.

f. Melakukan latihan panggilan video dengan orang lain untuk memeriksa kualitas suara dalam panggilan video, sebelum pelaksanaan seleksi wawancara.

4. Wawancara akan berlangsung kurang lebih 60 menit, dimana kandidat akan diwawancara oleh 2 orang Tim seleksi/Asesor pada saat yang bersamaan.

5. Selama wawancara kandidat diharapkan untuk memberikan jawaban berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki.

6. Jika terjadi kendala teknis dalam pelaksanaan seleksi wawancara silahkan laporkan kepada Tim Pemantau atau melalui e-mail guru.penggerak@kemdikbud.go.id.

Berikut adalah contoh jawaban yang diharapkan saat wawancara:

“Saya mengalami beberapa hambatan saat menjalankan program pola hidup sehat untuk anak murid. Pihak sekolah, orangtua murid, pihak kantin, tidak mendukung implementasi program ini karena beberapa kendala di masing-masing pihak. Selama dua tahun saya melakukan berbagai cara untuk merangkul masing-masing pihak, misalnya dengan memberikan pemahaman mengapa program ini perlu diterapkan, bagaimana cara menerapkannya, apa yang bisa didukung dari masing-masing pihak untuk keberhasilan program ini. Bagaimana mengatasi kekhawatiran yang ditakutkan masing-masing pihak, dan sebagainya. Hasilnya di akhir tahun kedua dan memasuki tahun ketiga ini masing-masing pihak menunjukkan dukungannya terhadap program saya.”

F. Daftar Kompetensi Kepribadian Calon Guru Penggerak (Seleksi Wawancara)

1. Tujuan/Misi

Menjalani panggilan hidup sebagai pengajar yang memberi dampak positif secara luas, baik bagi anak didik maupun lingkungan sekitar, sehingga terjadi proses

transformasi yang menunjukkan kemajuan positif baik bagi dirinya sendiri maupun anak didik dan lingkungan sekitar

2. Membangun Hubungan yang Positif

Mengembangkan dan menggunakan hubungan kolaboratif untuk memfasilitasi pencapaian tujuan kerja sebagai pengajar.

3. Daya Juang/Resiliensi

Sebagai pengajar yang terus berupaya, fokus, dan positif saat mencapai tujuan yang ingin dicapai, serta bangkit kembali saat menghadapi kegagalan mencapai tujuan.

4. Inisiatif untuk Mengambil Tindakan

Sebagai pengajar yang bertindak segera untuk mencapai tujuan; melakukan tindakan untuk meraih sasaran yang melampaui persyaratan minimum; bersikap proaktif dan mandiri.

5. Pembelajaran yang Berkelanjutan

Sadar akan area kekuatan dan area yang perlu diperbaiki sebagai pengajar; aktif menemukan cara-cara efektif untuk terus mengembangkan dan memperbaiki diri melalui proses pembelajaran yang dilakukan secara terus menerus.

6. Mengembangkan Orang Lain

Melibatkan diri dan berkomitmen dalam proses mengembangkan perilaku, keterampilan, atau pengetahuan spesifik yang dibutuhkan coachee (anak didik, rekan kerja, pengajar, atau orang lain), serta memastikan munculnya sikap positif dari coachee (anak didik, rekan kerja, pengajar, atau orang lain) yang kelak membantu dan menunjangnya untuk sukses dimasa depan.

7. Kematangan Etika

Kapasitas diri sebagai pengajar yang menunjukkan kematangan emosi dalam berkarya melalui keterbukaan dan kejujuran, berperilaku dengan kebijaksanaan serta kasih sayang, selaras antara perkataan dengan tindakan dan sesuai dengan petunjuk moral, spiritual, nilai, etika profesi, dan kebijakan yang ada.

8. Pengambilan Keputusan

Sebagai pengajar yang mampu mengidentifikasi dan memahami masalah serta peluang dalam berkarya, dengan cara mengumpulkan, menganalisis, dan menafsirkan informasi kuantitatif dan kualitatif; memilih tindakan terbaik dengan menetapkan

kriteria keputusan yang jelas, menghasilkan dan mengevaluasi alternatif, dan membuat keputusan tepat waktu; mengambil tindakan yang konsisten dengan fakta dan kendala yang tersedia serta mengoptimalkan konsekuensi yang mungkin muncul.

Selengkapnya nama nama yang dinyatakan lulus dapat di download DISINI






Tuesday, December 28, 2021

Rangkuman Materi Tema 6 Kelas 6 Subtema 1

 


Rangkuman Materi Tema 6 Kelas 6 Subtema 1 

Pada tema 6 kelas 6 menuju masyarakat sejahtera terdiri dari 5 muatan pelajaran, seperti PPKn hinggaaa SBdP. Dalam ringkasan materi ini kami bagikan secara lengkap . Sehingga anak anak lebih mudah dalam mempelajari materi kelas 6 SD tema 6 kurikulum 2013 tersebut.

  • PPKn : Pelaksanaan kewajiban, hak dan tanggung jawab sebagai warga negara dan dampaknya di dalam kehidupan sehari-hari.
  • Bahasa Indonesia : Membahas tentang informasi yang diperoleh dari teks non fiksi yang dibacanya.
  • IPA : Menyebutkan ciri ciri pubertas pada remaja laki laki dan perempuan.
  • IPS : Memahami makna proklamasi kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan.
  • SBdP : Memahami interval nada.

Materi Kelas 6 Tema 6 PPKn

Materi Pokok : Pelaksanaan kewajiban, hak dan tanggung jawab sebagai warga negara dan dampaknya di dalam kehidupan sehari-hari.

Kewajiban adalah segala sesuatu yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

Contoh kewajiban seorang siswa di lingkungan sekolah, antara lain:

a. Patuh dan taat kepada guru maupun kepala sekolah
b. Ikut bertanggung jawab atas mengenai ketertiban, keamanan, dan kebersihan sekolah.
c. ikut bertanggung jawab atas pemeliharaan bangunan, halaman dan perabot yang ada di sekolah.
d. Menghormati guru dan saling menghargai sesama siswa serta warga sekolah yang lain.
e. Mematuhi tata tertib sekolah.
f. Senantiasa menjaga nama baik sekolah, guru, siswa yang baik di lingkungan sekolah maupun luar sekolah.
g. Mengenakan pakaian seragam sekolah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
h. mengikuti segala acara yang diselenggarakan pihak sekolah.
i. Berusaha membantu proses kelancaran dalam kegiatan pembelajaran.
j. Selalu memberikan keterangan baik sakit, ijin dari orang tua apabila berhalangan berangkat ke sekolah.

Kewajiban seorang siswa di lingkungan rumah, antara lain:

a. ikut serta menjaga kebersihan rumah
b. mematuhi atau menaati nasihat kedua orang tua.
c. menjaga nama baik keluarga
d. selalu berusaha untuk menghormati, menghargai dan menyayangi anggota keluarga.

Beberapa cara menyikapi kewajiban yang menjadi tanggung jawab kita, yaitu berusaha untuk melaksanakan kewajiban yang semestinya harus kita lakukan.

Setiap keluarga tentu mempunyai peraturan yang dibuat untuk diaati oleh seluruh anggota keluarga dengan rasa penuh tanggung jawab. Peraturan tersebut umumnya dibuat dengan cara bermusyawarah antar anggota yang diketahui oleh kepala keluarga. Tujuan pembuatan peraturan dalam keluarga yaitu untuk menciptakan suatu ketertiban, ketenangan dan keharmonisan di dalam keluarga.

Tujuan Bangsa Indonesia tersebut yang termuat di dalam pembukaan UUD 1945 alenia 4, di antaranya:

1. mencerdaskan kehidupan bangsa
2. melindungi segenap bangsa indonesia dan seluruh tumpah darah indonesia
3. memajukan kesejahteraan umum
4. ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Hak dan Kewajiban telah dicantumkan dalam UUD 1945 pasal 26, 27, 28, dan 30, yaitu :

  1. Di pasal 26, ayat (1), yang menjadi warga negara adalah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara. Dan pada ayat (2), syarat-syarat mengenai kewarganegaraan ditetapkan dengan undang-undang.
  2. Pasal 27, ayat (1), segala warga negara bersamaan dengan kedudukannya di dalam
    hukum dan pemerintahannya, wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu. Pada ayat (2), taip-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.
  3. Pasal 28, kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan, dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang.
  4. Pasal 30, ayat (1), hak dan kewajiban warga negara untuk ikut serta dalam pembelaan negara. Dan ayat (2) menyatakan pengaturan lebih lanjut diatur dengan undang-undang.

Rangkuman Tema 6 Kelas 6 Bahasa Indonesia

Materi Pokok : Membahas tentang informasi yang diperoleh dari teks non fiksi yang dibacanya.

Kata kunci adalah kata kata yang dianggap penting yang terdapat pada sebuah teks atau bacaan. Bisa diartikan juga kata kunci merupakan kata penting yang terdapat pada judul bacaan yang dipakai sebagai pemandu bagi pembaca untuk menebak isi bacaan.

Teks nonfiksi merupakan teks yang dibuat berdasarkan kenyataan yang sebenarnya, sesuai dengan realita tanpa mengada-ada, atau dengan kata lain hal-hal yang benar terjadi di dalam kehidupan. Contoh karangan yang termasuk teks nonfiksi adalah: laporan, karya ilmiah, artikel, dan skripsi.

Ciri ciri karangan non fiksi antara lain:

a. Biasanya teks nonfiksi berupa tulisan ilmiah ataupun ilmiah populer di antaranya: artikel, skripsi, makalah, dll.
b. Teks nonfiksi bertujuan mencapai taraf obyektifitas tinggi dan menarik perhatian pembacanya.
c. Berupa menyerukan nalar pikiran para pembacanya.
d. Memiliki bahasa yang bersifat denotatif dan tidak bersifat ambigu.

Cara mencari kata kunci pada sebuah teks nonfiksi, antara lain:

a. Kita cari kata yang diulang – ulang beberapa kali di dalam bacaan tersebut.
b. Kita cari kata kunci di dalam setiap ide pokok paragraf. Biasanya ide pokok paragraf berada di dalam kalimat utamanya.
c. Kata – katanya mendapat pengganti di kalimat lain.

Materi Tema 6 Kelas 6 IPA

Materi Pokok : Menyebutkan ciri ciri pubertas pada remaja laki laki dan perempuan.

Masa remaja disebut juga masa pubertas. Pubertas adalah masa peralihan dari usia anak anak menuju remaja. Pubertas dialami oleh anak laki-laki maupun perempuan. Pada masa pubertas terjadi beberapa perubahan yang mencakup perubahan fisik, psikis dan pematangan fungsi seksual. Perubahan pada masa pubertas disebabkan karena adanya perubahan hormon pada tubuh remaja tersebut.

Pertumbuhan dan perkembangan pada masa pubertas berlangsung secara cepat.  Masa pubertas dialami manusia pada usia sekitar 12 sampai 17 tahun. Awal pubertas setiap anak berbeda beda atau tidak sama.

Ciri ciri pubertas pada remaja perempuan antara lain:

a. tumbuhnya rambut halus pada bagian kemaluan dan ketiak.
b. suara menjadi lebih melengking/tinggi.
c. tumbuh payudara, atau payudara menjadi lebih besar.
d. bagian pinggul menjadi lebih besar.

Ciri ciri pubertas pada remaja laki laki antara lain:

a. Tumbuh rambut halus di bagian kemaluan dan ketiak.
b. dada terlihat lebih bidang
c. suara menjadi lebih besar dan berat karena laring dan pita suara juga berkembang.
d. tumbuh jakun di bagian leher
e. tumbuh kumis, jenggot maupun cambang.

Materi IPS

Materi Pokok : Memahami makna proklamasi kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan.

Proklamasi berasal dari bahasa Yunani yaitu Proclamatio yang berarti pengumuman secara resmi kepada seluruh rakyat.
Proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.
Teks proklamasi disusun oleh Ir. Soekarno, Drs. Moh Hatta, dan Mr. Ahmad Subarjo.
Teks proklamasi ditulis tangan oleh Ir. Soekarno dan diketik oleh Sayuti Melik.
Teks proklamsi Indonesia ditandatangani oleh Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta atas nama Bangsa Indonesia. Pengusulan penandatangan teks proklamasi oleh kedua tokoh tersebut oleh Sukarni.

Beberapa makna proklamasi bagi Indonesia, antara lain:

a. Sebagai titik puncak perjuangan bangsa Indonesia.
b. Menjadi pernyataan defacto.
c. menaikkan martabat bangsa Indonesia.
d. Tonggak sejarah bagi bangsa Indonesia.
e. Bisa memulai perjuangan sebagai negara baru.

Beberapa upaya yang dapat kita lakukan dalam mengisi kemerdekaan, antara lain:

a. Khidmat ketika mengikuti upacara bendera.
b. berani dan percaya diri menjadi petugas upacara bendera.
c. mematuhi tata tertib yang berlaku di sekolah maupun kelas.
d. belajar dengan giat dan rajin.
e. Aktif dalam kegiatan pramuka, OSIS maupun Paskibra.
f. Berusaha menjaga nama baik sekolah.
g. Berusaha mengatur waktu sebaik mungkin
h. aktif dalam setiap kegiatan yang baik di masyarakat.
i. patuh pada perintah dan nasihat orang tua dan guru.
j. selalu berusaha melaksanakan perintah yang diberikan orang tua maupun guru.
k. saling menghormati dan membantu satu sama lain.
l. tidak mengejek dan membeda bedakan dalam berteman.


Materi Tema 6 Kelas 6 SBdP

Materi Pokok : Memahami interval nada

Interval merupakan sebuah jarak antara nada satu dengan nada yang lain. Dan berikut ini beberapa nama interval nada, antara lain:
a. Prim, adalah interval nada dari nada satu ke nada yang sama, contoh jarak nada dari do ke do.
b. Sekon, adalah interval nada dari nada satu ke nada kedua di atasnya maupun di bawahnya, contohnya: do ke re.
c. Terts, adalah interval nada dari nada satu ke nada ketiga, contohnya: do ke mi.
d. Kuart, adalah interval nada dari nada satu ke nada keempat, contohnya do ke fa.
e. Kuint, adalah interval nada satu ke nada kelima, contoh do ke sol.
f. Sekt, adalah interval nada satu ke nada keenam, contoh do ke la.
g. Septim, adalah interval nada satu ke nada ketujuh, contoh do ke si.
h. Oktaf, adalah interval delapan nada, misalnya do ke nada do tinggi.

Lagu Kebunku ciptaan dari Ibu Sud.
Memiliki birama 2/4 dengan tempo agak cepat dengan nada dasar C = do.

Wednesday, December 8, 2021

MATERI SOSIALISASI KURIKULUM PROTOTIPE

 Kurikulum Paradigma Baru




Mulai tahun pelajaran 2021-2022, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi telah meluncurkan Kurikulum Paradigma Baru sebagai penyempurnaan dari KTSP 2013. Kurikulum Paradigma Baru ini akan diberlakukan secara terbatas dan bertahap melalui program sekolah penggerak dan pada akhirnya akan diterapkan pada setiap satuan pendidikan yang ada di Indonesia. Sebelum diterapkan pada setiap satuan pendidikan, mari kita mengenal 7 (tujuh) hal baru yang ada dalam Kurikulum Paradigma Baru

Berikut kami sampaikan materi sosialisasi kurikulum prototipe



bagi yang menginginkan filenya bisa di download DISISNI

Thursday, December 2, 2021

SELAMAT DATANG KURIKULUM BARU

 


Kurikulum Paradigma Baru

Mulai tahun pelajaran 2021-2022, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi telah meluncurkan Kurikulum Paradigma Baru sebagai penyempurnaan dari KTSP 2013. Kurikulum Paradigma Baru ini akan diberlakukan secara terbatas dan bertahap melalui program sekolah penggerak dan pada akhirnya akan diterapkan pada setiap satuan pendidikan yang ada di Indonesia. Sebelum diterapkan pada setiap satuan pendidikan, mari kita mengenal 7 (tujuh) hal baru yang ada dalam Kurikulum Paradigma Baru.

Pertama, struktur kurikulum, Profil Pelajar Pancasila (PPP) menjadi acuan dalam pengembangan Standar Isi, Standar Proses, dan Standar Penilaian, atau Struktur Kurikulum, Capaian Pembelajaran (CP), Prinsip Pembelajaran, dan Asesmen Pembelajaran. Secara umum Struktur Kurikulum Paradigma Baru terdiri dari kegiatan intrakurikuler berupa pembelajaran tatap muka bersama guru dan kegiatan proyek. Selain itu, setiap sekolah juga diberikan keleluasaan untuk mengembangkan program kerja tambahan yang dapat mengembangkan kompetensi peserta didiknya dan program tersebut dapat disesuaikan dengan visi misi dan sumber daya yang tersedia di sekolah tersebut.

Kedua, hal yang menarik dari Kurikulum Paradigma Baru yaitu jika pada KTSP 2013 kita mengenal istilah KI dan KD yaitu kompetensi yang harus dicapai oleh siswa setelah melalui proses pembelajaran, maka pada Kurikulum Paradigma Baru kita akan berkenalan dengan istilah baru yaitu Capaian Pembelajaran (CP) yang merupakan rangkaian pengetahuan, keterampilan, dan sikap sebagai satu kesatuan proses yang berkelanjutan sehingga membangun kompetensi yang utuh. Oleh karena itu, setiap asesmen pembelajaran yang akan dikembangkan oleh guru haruslah mengacu pada capaian pembelajaran yang telah ditetapkan.

Ketiga, pelaksanaan proses pembelajaran dengan pendekatan tematik yang selama ini hanya dilakukan pada jenjang SD saja, pada kurikulum baru diperbolehkan untuk dilakukan pada jenjang pendidikan lainnya. Dengan demikian pada jenjang SD kelas IV, V, dan VI tidak harus menggunakan pendekatan tematik dalam pembelajaran, atau dengan kata lain sekolah dapat menyelenggarakan pembelajaran berbasis mata pelajaran.

Keempat, jika dilihat dari jumlah jam pelajaran, Kurikulum Paradigma Baru tidak menetapkan jumlah jam pelajaran perminggu seperti yang selama ini berlaku pada KTSP 2013, akan tetapi jumlah jam pelajaran pada Kurikulum Paradigma Baru ditetapkan pertahun. Sehingga setiap sekolah memiliki kemudahan untuk mengatur pelaksanaan kegiatan pembelajarannya. Suatu mata pelajaran bisa saja tidak diajarkan pada semester ganjil namun akan diajarkan pada semester genap atau dapat juga sebaliknya, misalnya mata pelajaran IPA di kelas VIII hanya diajarkan pada semester ganjil saja.  Sepanjang jam pelajaran pertahunnya terpenuhi maka tidak menjadi persoalan dan dapat dibenarkan.

Kelima, Sekolah juga diberikan keleluasaan untuk menerapakan model pembelajaran kolaboratif antar mata pelajaran serta membuat asesmen lintas mata pelajaran, misalnya berupa asesmen sumatif dalam bentuk proyek atau penilaian berbasis proyek. Pada Kurikulum Paradigma Baru siswa SD paling sedikit dapat melakukan dua kali penilaian proyek dalam satu tahun pelajaran. Sedangkan siswa SMP, SMA/SMK setidaknya dapat melaksanakan tiga kali penilaian proyek dalam satu tahun pelajaran. Hal ini bertujuan sebagai penguatan Profil Pelajar Pancasila.

Keenam, untuk mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang pada KTSP 2013 dihilangkan maka pada Kurikulum Paradigma Baru mata pelajaran ini akan dikembalikan dengan nama baru yaitu Informatika dan akan diajarkan mulai dari jenjang SMP. Bagi sekolah yang belum memiliki sumber daya/guru Informatika maka tidak perlu khawatir untuk menerapkan mata pelajaran ini karena mata pelajaran ini tidak harus diajarkan oleh guru yang berlatarbelakang TIK/Informatika, namun dapat diajarkan oleh guru umum. Hal ini disebabkan karena pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi telah mempersiapkan buku pembelajaran Informatika yang sangat mudah digunakan dan dipahami oleh pendidik dan peserta didik.

Ketujuh, untuk mata pelajaran IPA dan IPS pada jenjang Sekolah Dasar Kelas IV, V, dan VI yang selama ini berdiri sendiri, dalam Kurikulum Paradigma Baru kedua mata pelajaran ini akan diajarkan secara bersamaan dengan nama Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Sosial (IPAS). Hal ini bertujuan agar peserta didik lebih siap dalam mengikuti pembelajaran IPA dan IPS yang terpisah pada jenjang SMP. Sedangkan pada jenjang SMA peminatan atau penjurusan IPA, IPS, dan Bahasa akan kembali dilaksanakan pada kelas XI dan XII.

#nadiemmakarim #kurikulumparadigmabaru2022