SD Negeri 8 Atu Lintang

Final sepak bola antar SD se Kecamatan Atu Lintang Kab Aceh Tengah

Tema Gambar Slide 2

Suasana Pembelajaran di SD Negeri 8 Atu Lintang Menggunakan Tablet bantuan dari Bos Afirmasi.

Tema Gambar Slide 3

Penerimaan Tropi juara dalam rangka memeriahkan HUT kemerdekaan RI .

Tema Gambar Slide 4

Lomba baris berbaris dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI

Thursday, May 21, 2020

Indonesi Terserah

☺||Guru bukan Profesi, Guru adalah Kewajiban||

Denger² karena Lockdown dan PSBB ngga berhasil dilakukan di Indonesia maka bakalan kearah *Herd Imunity*.
Setelah Idul Fitri Pemerintah tidak akan update jumlah yang tekena Covid. Saat ini yang terdeteksi 18 rban hampir 19rban. Kemungkinan dalam waktu dekat akan diberlakukan
*Herd Immunity*, artinya _menyerahkan rakyat pada seleksi alam ; yang kuat bertahan kemudian immun, yang lemah meninggal dengan sendirinya.

Dalam bahasa Jawa, Herd Immumity bisa diartikan :
Urip karepmu, Mati karepmu.

Sedikit sharing tentang

*Herd imunity*

Dilansir dari aljazeera (20/3/2020) *Herd Imunity/HI* mengacu pada situasi dimana cukup bnyak orang dlm satu populasi yg memiliki kekebalan terhadap infeksi sehingga dpt secara efektif menghentikan penyebaran penyakit tsb.

*Nah caranya itu ada 2* :

1. Dengan vaksin (belum ada vaksin covid).
2. Dengan membiarkan 70% populasi terinfeksi virus sehingga akan mendapatkan kekebalan antibodi secara alami.

Sambil menunggu vaksin, ngga mungkin dlm waktu dekat (paling cepet 1 thn).
Maka pilihan HI ini adalah dgn cara menginfeksi penduduk secara langsung.

*Dari kemungkinan infeksi ini hanya 2 hal yg akan terjadi* :
1. Bertahan hidup(kebal terhadap penyakit)
2. Meninggal bagi yg tidak kuat.

*Herd Imunity* yg pelan² akan dilakukan (meski nantinya ngga akan dibilang Herd Imunity secara langsung) tapi kita akan mulai merasakannya (yg sadar paham betul arahnya HI, yg ngga sadar akan mengira covid sudah selesai padahal blom)

*Herd imunity ala +62*

1. Pelan² toko, mall, transportasi dibuka walau dgn protokol kebersihan/kesehatan yg tinggi
2. Pelan² sekolah mulai dibuka
3. Pelan² kantor dan aktifitas massal mulai diperbolehkan aktif kembali

*Dampak negatif dan positif dari HI*

Negatif:
1. Akan kehilangan penduduk hampir separuh juta jiwa.
2. Kematian massal.
3. Rumah sakit akan super kewalahan

Positif:
1. Pandemi akan cepat berakhir.
2. Akan terbentuk manusia baru yg lebih kebal, beradaptasi dgn penyakit baru.
3. Perekonomian tdk terhambat perkembangannya.

manusia yg kuat, dengan gaya hidup yg bagus, daya tahan tubuh yg baik Maka akan kebal dengan penyakit covid ini.
Sebaliknya. Manusia yg tidak punya sistem kekebalan tubuh baik dgn faktor resiko penyakit penyerta maka akan tereliminasi/meninggal.

*Agar bisa bertahan menjadi salah satu bagian HI* :

1. Ubah gaya hidup. Mulai bersih, berolahraga, makan sehat, minum vitamin.
2. Ubah lingkungan menjdi hidup sehat. Pakai masker, hindari kerumunan, sering cuci tangan pake sabun/hand sanitizer, dan juga menjaga lingkungan kita.

Umat manusia akan berevolusi, mengalami seleksi alam.

Stay healthy n strong saudaraku💪💪💪

Wednesday, May 13, 2020

Tamparan Selop Untuk sang penghianat

TAMPARAN SELOP UNTUK SANG PENGKHIANAT

Karena terkesima dengan tampilan Tumenggung Sumodipuro yang merakyat, lugu dan dianggap berhasil selama menjadi bupati Japan (Mojokerto) maka Pangeran Diponegoro mengusulkan pada ayahandanya, Sultan Hamengkubuwono III, untuk menjadikannya sebagai patih. Padahal kala itu, bukanlah hal yang lazim untuk memberikan posisi sentral di ligkungan keraton kepada orang luar apalagi berasal dari wilayah pinggiran. Namun karena Pangeran Diponegoro adalah sosok kepercayaan sang ayahanda, maka alhasil Tumenggung Sumodipuro pun diangkat menjadi patih dengan gelar Patih Danurejo IV.

Namun, kali ini intuisi Pangeran Diponegoro keliru. Selama pemerintahan Patih Danurejo IV, korupsi di Keraton Yogyakarta justeru merajalela. Berbagai keputusan keraton bisa diperjual belikan. Dalam salah satu catatan sejarah ia dijuluki "setan kulambi manungsa, angecu sarwi lenggah" yang artinya "setan berbaju manusia yang merampok sambil duduk-duduk". Di masa jabatannya, keraton juga dilanda degradasi moral di mana candu dan perzinaan menjadi pemandangan yang lumrah.

Banyak perilaku Patih Danurejo IV yang dianggap merusak etiket yang berlaku di kalangan keraton. Ia berani memakai simbol-simbol kekuasaan yang tidak diperkenankan untuk digunakan oleh selain Sultan. Selama ia berkuasa, ia menempatkan kroni-kroninya untuk menduduki berbagai jabatan di keraton tanpa mengindahkan asas kelayakan dan kepatutan. Fenomena pengangkatan Patih Danurejo IV ini digambarkan dengan kiasan jawa "kere munggah bale", orang kecil yang memperoleh karir kekuasaan secara instan lalu menjadikannya lupa diri.

Dalam merusak tatanan kraton, Patih Danurejo IV tidak melakukannya dengan sendirian. Ia mendapat dukungan dari Ratu Ibu (yang di kemudian hari menjadi Ratu Ageng) yang dari sejak awal sangat berambisi menjadikan anak keturunannya menjadi sultan. Dari kalangan militer, ia mendapat dukungan dari Tumenggung Wironegoro yang menjabat sebagai kepala pasukan pengawal Sultan. Menjelang Perang Jawa, tiga serangkai tersebut  dikenal sebagai kelompok elit politik yang anti terhadap kalangan Islam yang diwakili oleh Pangeran Diponegoro, para ulama dan santri.

Untuk mendapatkan akses dan dukungan finansial, Patih Danurejo IV menjalin hubungan erat dengan Tan Jin Sing alias K.R.T. Secodiningrat, seorang Tionghoa yang diangkat menjadi birokrat keraton atas tekanan pemerintah Inggris. Disamping menjalin hubungan dengan orang-orang kunci di pusaran kekuasaan keraton, Patih Danurejo IV juga menjalin hubungan dengan kekuatan asing yang tak lain adalah penguasa kolonial Belanda.

Patih Danurejo IV adalah tipe orang yang bisa dengan ringan hati mengingkari kebaikan orang-orang yang berjasa pada dirinya. Alih-alih membalas budi jasa  Pangeran Diponegoro yang telah mengantarkannya pada kedudukannya saat itu, beberapa kali ia justeru bersiasat untuk mencelakakan sang Pangeran. Bahkan pernah suatu saat ia berupaya mempermalukan sang Pangeran di depan publik. Namun di luar dugaan dia, siasat tersebut justeru berbalik mempermalukan dirinya sendiri.

Suatu hari ia dipanggil oleh Pangeran Diponegoro karena tindakannya menjual aset-aset keraton pada pihak asing (kolonial). Alih-alih menjukkan rasa tanggung jawabnya sebagai kepala pemerintahan, sang patih justeru menyikapi pemanggilan itu dengan tidak serius (bercanda). Maka Pangeran Diponegoro pun meluapkan kemarahannya dengan menampar muka Patih Danurejo IV dengan selop. Sebuah hadiah yang pantas untuk seorang pengkhianat.

Kejadian epik ini lalu diabadikan dalam Buku Kedhung Kebo.

-copy paste berantai-

Friday, May 1, 2020

Panduan BDR TVRI Minggu ke 4


Program Belajar dari Rumah (selanjutnya disebut BDR) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyediakan alternatif kegiatan pembelajaran selama anak belajar di rumah karena terdampak masa pandemik COVID-19. Tayangan dalam program BDR meliputi tayangan untuk anak usia PAUD dan sederajat, SD dan sederajat, SMP dan sederajat, SMA/SMK dan sederajat, dan program keluarga dan kebudayaan.

Pembelajaran dalam BDR ini tidak mengejar ketuntasan kurikulum, tetapi menekankan pada kompetensi literasi dan numerasi. Selain untuk memperkuat kompetensi literasi dan numerasi, tujuan lain program BDR adalah untuk membangun kelekatan dan ikatan emosional dalam keluarga, khususnya antara orang tua/wali dengan anak, melalui kegiatan-kegiatan yang menyenangkan serta menumbuhkan karakter positif

© Panduan dan Jadwal Belajar Dari Rumah TVRI Minggu Keempat PAUD, SD, SMP dan SMA Sederajat - Blog Pendidikan
Source: https://www.blogpendidikan.net/2020/05/panduan-dan-jadwal-belajar-dari-rumah.html?fbclid=IwAR3MbAdAoIihGvSuSfdd6EOj7LqferqCx200R3vhudh_M4y0lpSx04btl8k
Untuk masukan dan saran mengenai program ini, dapat mengisi survei di s.id/surveibdr, mengirim SMS gratis dengan mengetik BDR dan kirim ke 93456, mengunjungi website http://ult.kemdikbud.go.id/, atau mengirim surat elektronik ke pengaduan@kemdikbud.go.id.

Tetap belajar dari rumah, jaga jarak, rajin cuci tangan, dan pakai masker agar kita mencegah penyebaran COVID-19.

Berikut Panduan dan Jadwal Belajar Dari Rumah TVRI Minggu ke Empat PAUD, SD, SMP dan SMA Sederajat. Selengkapnya >>>> LIHAT DISINI